masuklah ke situs cybermq, ga sengaja nemuin banner cukup besar yang
nunjukin keterangan dari Aa Gym secara blak-blakan dengan Poligaminya.
Iseng-iseng cobain di klik, ya udah langsung aja dengerin. Sebelum
dengerin buka software Sound Forge, mau direkam siapa tau bisa jadi
manfaat buat temen-temen lain di kantor atau di kosan atau siapapun
yang merasa bahwa langkah yang diambil seorang Aa Gym ini jauh dan
melenceng dari apa yang sering kita dengar dari dakwah-dakwahnya.
Ternyata seorang Aa Gym sudah mempersiapkan langkah untuk berpoligami
ini selama lima tahun, dan beliau pun menyadari sepenuhnya bahwa
langkah yang diambil ini akan berdampak besar bagi istrinya,
anak-anaknya, pesantrennya, santri-santrinya. Tetapi Aa sangat yakin
dan percaya bahwa apa yang Aa lakukan bukanlah suatu kejahatan, dan
apa yang Aa lakukan sepenuhnya mengikuti aturan Allah, karena tidak
ada satu pun hukum Allah yang salah, tidak mungkin Allah menjerumuskan
manusia, karena Allah lah yang paling tau tentang Manusia.
Aa Gym pun ternyata tau betul betapa hati seorang Teh Ninih dan
anak-anaknya sakit luar biasa begitu keputusan ini diambil. Tetapi Aa
selalu merujuk ke Al-Qur'an tidak mungkin ada hukum Allah yang salah.
Kenapa harus teh Rini (Alfarini)? Aa berpendapat dia hanyalah bagian
dari satu proses dalam keputusan yang Aa ambil. Aa lebih mendasarkan
kepada hasil dari sholat Istikhoroh yang dijalaninya selama satu
tahun. Kalau memang ini baik, mudahkan, kalau memang tidak baik,
jangan pernah terjadi. Sampai akhirnya keluarlah keputusan Aa untuk
berpoligami. (Sebetulnya kalau saja Aa Gym ini tidak mengumumkan ke
khalayak ramai, saya yakin pemberitaan media massa tidak akan seheboh
dan sedahsyat yang kita lihat. Tetapi Aa Gym ingin menyampaikan ke
publik bahwa kata Poligami sering mendapat tudingan yang miring). Ada
banyak keanehan memang, disaat perzinahan, maksiat makin merajalela,
masyarakat justru seperti mentolerir kejadian ini. Tetapi begitu kata
Poligami terdengar, serta merta orang langsung menghujat, menganggap
miring dan sebagainya. Inilah yang ingin Aa coba luruskan.
Setelah Aa memberikan keterangan, Teh Ninih pun ikut memberikan
penjelasan, betul memang pertama kali tau Aa Gym berpoligami,
hancurlah dunia rasanya. Tetapi Teh Ninih sangat yakin dan percaya,
justru inilah saatnya Manajemen Qolbu yang sesunguhnya di uji.
Bagaimana untuk belajar tidak dengki, cemburu. Semuanya teh Ninih
kembalikan ke Allah. Pasti ada hikmah di balik semua ini.
(Ternyata, setelah keterangan teh ninih ini, ada sesi tanya jawab juga
dari para sahabat yang ikut menyimak dialog ini. Sungguh di luar
dugaan saya, ternyata mereka tetap mesra dan justru terlihat semakin
mesra. Bagi orang biasa, mungkin ini berat dijalani, tetapi bagi
pasangan ini, walaupun berat awalnya, tetapi bisa berjalan dengan
baik. Jujur, saat mendengarkan keterangan Aa, sempat berkaca-kaca mata
ini. Aa Gym begitu sayang dan cinta terhadap teh Ninih, sayang dan
cinta terhadap anak-anaknya. Aa berusaha meluruskan niat para jamaah
yang datang, jangan datang ke DT hanya karena Abdullah Gymnastiar,
tetapi harus karena Allah dan karena mencari ilmu. Inilah saatnya DT
diuji dengan nama Aa Gym setelah berpoligami. Jelas akan ada penurunan
jumlah jamaah, jelas akan ada penurunan transaksi jual beli. Tetapi
kalau Allah menghendaki, semuanya pasti akan kembali seperti semula
atau justru lebih baik dari sebelumnya, Wallohualam.)
Setelah forum tanya jawab, akhirnya terdengarlah suara teh Rini
(Alfarini), teh Rini menjawab dengan sangat bijak, bahwa apa yang
terjadi merupakan ketentuan Allah. Teh Rini pun meminta maaf yang
sebesar-besarnya dengan yang telah terjadi.
Semoga Aa Gym selalu di berikan kekuatan, kesabaran, ketabahan dalam
menjalani babak baru kehidupan ini. Seperti yang Aa bilang, Aa pemula
untuk hal ini, dan belum ada gurunya. Inilah kesempatan Aa membuktikan
ke publik bahwa dengan berpoligami Aa bisa tambah mengenal Allah,
lebih banyak ilmu, dan lebih bisa mempersembahkan yang terbaik di
dunia dan di akhirat, seperti yang Aa sering utarakan saat Aa dakwah.

