Tuesday, December 23, 2014
6 Years Already
Friday, September 12, 2014
Hadirnya Anggota Keluarga Baru
Rabu, 10 September 2014, malam sehabis isya, saya, istri, abang ipar pergi menjenguk Iis (kakak istri) di bidan langganan keluarga. Iis secara hitungan, memang waktunya melahirkan. Dia sudah di induksi dari jam 9 pagi. Sampai saya dan istri datang, masih di bukaan 9. Saat itu waktu sudah menunjukkan jam 1.30 tapi Iis masih dibukaan 9 dan ada sedikit masalah dengan posisi bayinya. Karna jam yang sudah semakin pagi, saya dan istri pamit pulang dilanjutkan dengan anggota keluarga lain yang menunggu. Sampailah pada keputusan Iis harus dibantu di-vacuum karna posisi bayi yang masih belum ideal untuk keluar dari rahim. Jam 4 kami dikabari lewat bbm, kalau anaknya sudah lahir di RS Duren Tiga. Ternyata Iis di rujuk ke sana karna harus dibantu dengan vacuum sementara di bidan peralatannya tidak memadai. Kami berucap syukur karna sempat terlintas dipikiran jangan-jangan harus di caesar.
Lengkap sudah Iis dan Suami yang sudah menunggu kurang lebih 2 tahunan akhirnya dikaruniai anak juga. Ya, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang ganteng dan lucu. Di tengah-tengah suasana gembira ini, jujur, saya sempat membatin dalam hati "Ya Alloh, kakak-kakaknya sudah diberikan kepercayaan oleh Alloh untuk dianugerahi keturunan, tidak ada rasa khawatir lagi dalam diri dan keluarga mereka. Bagaimana dengan nasib kami?". Diakui atau tidak, disadari atau tidak, saya yakin istri-pun pasti membatin hal yang sama. Ya Alloh, kami memang sudah berikhtiar kemana-pun, kalau-pun pada akhirnya Engkau memang menilai kami belum layak untuk di-anugerahi keturunan, buatlah hati dan pikiran kami selalu berbaik sangka kepada-Mu. Bahwa apapun yang Engkau kehendaki, itulah yang terbaik buat kami. Jadikan keadaan ini membuat kami selalu tetap bersyukur kepada-Mu dan tidak menjadikan kami kufur nikmat kepada-Mu.
Diantara anak-anaknya Aba, memang tinggal Istri lah yang sudah menikah paling lama tapi belum dikaruniai keturunan. Saya dan istri sungguh dihadapkan dalam kondisi yang secara mental ini tidak menguntungkan buat kami. Tapi apapun itu, kami belajar menyikapi hal ini dengan tetap bersabar dan terus berikhtiar. Beruntung kami terus bisa memahami perasaan masing-masing. Karna isu ini bisa menjadi sesuatu yang "sangat sensitif" untuk dibahas.
Selamat Iis, Dedi, apa yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Semoga kehadiran anggota barunya bisa membuat hidup kalian lebih bermakna, lebih berwarna, lebih manfaat dan jadi berkah untuk semua orang. Amiiin
Wednesday, September 10, 2014
Menuju 6 Tahun Pernikahan dan Cita-cita Yang Belum Terlaksana
Thursday, May 8, 2014
Terima Kasih Pa Adi.......
Thursday, April 24, 2014
12 Tahun Bekerja dan Ditinggalkan Teman Terbaik
About Me
- Bahartea
- Satu di antara makhluk-Nya yang ingin menjalani hidup dengan "kemandirian"