Bulan ini, bisa jadi bulan yang cukup mendebarkan buat saya dan istri saya. Pasalnya, istri secara hitungan mens seharusnya tanggal 21 Januari 2015. Tetapi sampai tanggal 27 Januari 2015 masih tidak kunjung datang mens nya. Sayangnya, setelah tanggal 21 Januari, memang saya dan istri ada banyak aktivitas, yang seharusnya aktivitas itu dikurangi atau malah ditiadakan supaya kondisi istri saya bisa prima. Akhirnya di tanggal 28, istri saya mens juga.
Buat kami berdua, bisa telat seminggu saja sudah kemajuan luar biasa. Karena memang istri mens nya selalu teratur dan tidak pernah telat. Biarlah hanya kami yang bisa merasakan kebahagiaan sesaat ini. Semoga saja Alloh memberikan kami kesempatan, memberikan kesempatan untuk istri saya, untuk belajar telat mens yang berujung istri saya bisa hamil.
Yah, enam tahun pernikahan kami memang belum dikaruniai anak seperti teman-teman lain, atau seperti kakak-kakaknya istri. Saya tetap berbaik sangka terhadap Alloh, pasti ada hikmah di balik perjalanan dan ikhtiar kami selama enam tahun ini.
Untuk istri saya, tetaplah semangat. Alloh bersama kita. Jangan pernah sedikitpun kita berburuk sangka. Apapun yang diberikan Alloh untuk kita, itulah yang terbaik menurut-Nya. Mudah-mudahan selalu istiqomah, tetap berusaha, tetap berikhtiar, dan jangan menyerah.
TMI, 3:29 PM