Wednesday, August 1, 2007

Adikku ... Berjuanglah !!!

Hari ini tanggal 1 Agustus yang tinggal dua hari lagi menuju hari ulang tahunku yang ke-28. Di tahun ini mungkin tahun-tahun yang penuh tantangan sekaligus cobaan untukku. Adikku yang terkecil, si Arul mungkin belum begitu kompleks untuk dinilai sisi pendidikannya karena baru saja menginjak kelas 4 SD. Di atasnya si Arul, Yayah Andriyani adikku yang sangat polos dan lugu ini baru saja mengalami kegagalan masuk sekolah SMU 1 Cikarang, nilainya kurang 0,5 dari standar kelulusan yang ditentukan. Sedih memang, tapi aku sudah sangat yakin dan percaya, mungkin Allah punya skenario lain untuk adikku yang satu ini. Akhirnya Yayah masuk ke SMU Cikarang pusat yang notabene SMU ini masih terbilang relatif baru, belum terlalu terlihat kualitas dan sepak terjangnya di dunia pendidikan.
Adikku yang lain, di atasnya Yayah, Umi Kulsum. Dia baru saja naik ke kelas 3 SMU, yang artinya sebentar lagi (bagiku, setahun adalah waktu yang cepat di dunia pendidikan) adikku akan lulus, entah akan meneruskan kemana adikku ini, dan akupun belum tau apakah finansial yang aku punya bisa dan sanggup untuk meneruskan pendidikan dia (doakan saja Umi, semoga rejekimu di mudahkan Allah).
Yang paling aku perhatikan saat ini adalah adikku Bambang, dia saat ini benar-benar dalam kondisi tidak stabil dan mengalami kebingungan luar biasa. Setelah mengalami kegagalan masukmenjadi seorang Taruna, seolah adikku satu ini seperti tenggelam dari permukaan. Ada rasa penasaran dalam dirinya untuk mencoba daftar Akabri di tahun depan, tetapi bukannya aku tidak yakin. Kalau memang adikku ini sangat kuat pendiriannya untuk mencoba masuk di tahun depan, seharusnya kegagalan kali ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk dia, bukan untukku. Dan itu seharusnya tetap terlihat dari latihan dia yang tidak berhenti begitu saja semenjak mengalami kegagalan. Tapi entahlah, semua ini hanya dia sendiri yang bisa mengukur kemampuan dirinya untuk bisa membuktikan apakah dia benar-benar ingin mencoba di tahun depan atau tidak.
Permasalahan yang paling penting saat ini adalah adikku ingin mencoba melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi, jurusan apa yang akan diambil pun sepertinya masih menjadi kebingungan. Sempat terbersit dalam pikirannya untuk mencoba jurusan Teknik Informatika, tetapi setelah aku coba jelaskan bagaimana perkuliahannya dan mata kuliah yang minimal harus bisa dipahami, dia langsung berubah haluan. Mencoba browsing sana-sini, sempat tertarik dengan Desain Komunikasi Visual Unikom di Bandung, aku pun mencoba memberikan gambaran bagaimana perkuliahannya dan mata kuliah apa yang harus dikuasai nantinya. Setelah mendapatkan penjelasan, yang ada di adikku malah menjadi bertambah bingung, karena adikku sendiri menyadari sepenuhnya tidak memiliki kemampuan atau bakat seni yang terlihat. Mungkin karena lokasinya di Bandung pula lah yang membuat adikku tertarik untuk mengambil jurusan DKV ini sekaligus dia bisa mencoba masuk Akabri tahun depan dengan lokasi pendaftaran di Bandung.
Aku pribadi sempat menyarankan untuk kuliah di Jogja. Kenapa harus Jogja? bukan tanpa alasan aku mencoba memberikan saran untuk dia kuliah di sana. Beberapa alasan itu antara lain: 1. Mendidik adikku untuk benar-benar bisa mandiri di negeri orang (Jogja), disana tidak ada satupun keluarga atau saudara. Bila adikku di Bandung, setidaknya dia masih punya kakak yang bisa dijadikan objek ketergantungan di kemudian hari (walaupun belum tentu itu terjadi).
2. Alasan lainnya adalah biaya hidup yang jauh lebih murah, yang secara tidak langsung aku bisa mengatur cash flow yang tidak terlalu kompleks. 3. Aku berharapa setelah dia bisa mengenali lingkungan Jogja, dia bisa mengasah ulang kemampuannya untuk mencoba melanjutkan dari D3 ke jalur Ekstensi UGM.
Semua itu hanya keinginanku, tetapi hasil akhir ditentukan oleh adikku sendiri. Aku tidak mau ada unsur paksaan seolah-olah aku lah yang men-drive dia untuk masuk ke Universitas A, Universitas B atau yang lainnya. Biarkan adikku sendiri yang menentukan mana yang akan dipilih nantinya. Asalkan di kemudian hari tidak ada penyesalan, aku setuju saja.
Yang membuat aku terharu saat ini adalah ketika tadi pagi aku mencoba menelepon adikku ini dan aku berikan penjelasan ke dia bahwa apapun yang bambang pilih nantinya, berusahalah dengan sekuat tenaga dan maksimalkan kemampuan yang ada. Pelan tapi terdengar pasti di ujung telepon aku mendengar adikku menangis, aku sangat paham mengapa adikku ini bisa menangis. Mungkin dia kaget bahwa semua rencana yang aku sudah buat tiap tahunnya selalu gagal dan kembali ke nol untuk bisa mendapatkan finansial yang memadai untuk biaya sekolah dan kuliah adik-adikku. Aku memang tidak pernah mengharapkan apapun dari adikku. Aku tidak ingin mendikte semua adik-adikku untuk tunduk atau patuh terhadap perintahku, sedikit saja yang aku inginkan dari mereka, aku ingin bukti nyata sampai sejauh apa hasil mereka sekolah dan kuliah. Belum apa-apa sepertinya aku sudah diperlihatkan dengan hasil yang 'kurang membanggakan'. Adikku Yayah yang tadinya aku harapkan bisa masuk ke sekolah SMU ku dulu, ternyata hanya tinggal impian. Adikku Ummi pun sama, aku mengharapkan dengan ke-smart-an nya dia bisa masuk ke sekolah negeri yang lebih baik, tetapi mengalami hal yang sama. Dan ternyata adikku Bambang pun, dia gagal membuktikan diri menjadi seorang Taruna. Entah skenario apalagi yang Allah siapkan untuk keluargaku. Saat ini aku tidak pernah menuntut macam-macam terhadap semua adik-adikku. Pintaku hanya satu, buktikan bahwa keluarga kita yang jauh dari kecukupan bisa 'keluar' dari permasalahan hidup yang selalu membelenggu dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun. Ya, permasalahan itu adalah finansial dan kondisi keluarga yang belum memungkinkan untuk berubah ke arah yang lebih baik.
Robb, aku sangat yakin dan percaya dengan Kekuasaan-Mu, aku sangat yakin dan percaya dengan Kebesaran-Mu. Kalau keluargaku ini memang di uji di hadapan-Mu, berikan kami kekuatan untuk bisa menjalani semua ujian dari-Mu. Berikan kami jalan yang bisa membuat keluarga kami lepas dari 'jaring' hidup yang selama ini kami alami. Berikan kemudahan bagi kami untuk bisa bangkit menuju hidup yang lebih baik. Jauhkan keluarga kami dari kekufuran dan kemiskinan. Mudahkan rejeki keluarga kami, jadikan adik-adikku orang yang bisa membahagiakan kedua orang tuaku, selalu membuat kedua orang tuaku tersenyum bangga. Angkat penyakit ibuku ya Allah. Amiin.

written on Wednesday, August 1, 2007. 10.06 PM

Sunday, May 20, 2007

Pencarian Hidup dan Jati Diri

Pencarian Hidup dan Jatidiri

Ga kerasa dari tanggal 5 November 2001 sampe hari ini gua nulis blog, gua udah kerja di sebuah perusahaan asuransi joint venture antara jepang dan indonesia selama 5 taun 5 bulan 20 hari. Hmmm, udah cukup bosen memang, karena ada banyak perubahan yang cukup drastis yang
membuat gua jadi ngga nyaman di kantor. Apa alesannya mungkin ga penting, tapi yang jelas yang gua pelajari, kalau memang diri ini sudah ngga nyaman dengan lingkungan pekerjaan, dan langkah-langkah yang gua coba terapkan untuk memperbaiki komunikasi dan hubungan
emosional sudah dilakuin, cara terakhir memang gua harus keluar dari zona yang ada saat ini. Dengan kata lain gua harus pindah kerja. Pencarian kerja terakhir yang gua coba adalah IFC, sebuah lembaga dibawah naungan World Bank yang bergerak di Private Sector. Interview
pertama berjalan dengan baik (menurut gua), sampe akhirnya datang lah saat interview kedua, proses ini pun berjalan lancar (masih menurut versi gua). Interview ketiga pun demikian, sampe akhirnya gua sampe di interview ke empat berhadapan dengan seorang petinggi IFC yang saat
itu menjabat Office Director kalo ngga salah. Setelah interview ke empat ini, lama ngga terdengar berita dan kelanjutan dari proses interview ini. Sempet bertanya-tanya mungkin ini pertanda ngga diterima. Tapi tetep berpositif thinking, karena mereka sempet ngasih tau bahwa proses ini cukup panjang dan cukup makan waktu. Tapi sampai kurang lebih 2 bulan setelah proses interview terakhir, ternyata belum ada berita juga. Hati ini sudah merelakan mungkin memang belum rejekinya untuk bisa bergabung dengan IFC. Sampai akhirnya gua beraniin untuk nelpon langsung ke IFC, setiap di telepon selalu orang yang bersangkutan ga bisa dihubungi. Sampe akhirnya dapet kabar dari temen di World Bank bahwa ada orang baru di IT yang baru gabung dengan IFC. Berdasarkan kabar, dia katanya lulusan luar negeri. Hmm, ok, se-enggaknya diri gua bisa sedikit berbangga hati gua bisa disejajarkan dengan orang yang ngenyam pendidikan dan kuliah di luar sana.

Saat ini lagi coba hunting lagi, tapi tetep ati-ati, ngga gerabak-gerubuk mentang-mentang udah ga betah di kantor sekarang dan mentang-mentang udah ga keterima di IFC jadi serobot sana serobot sini. Karena sekali gua masuk ke perusahaan yang baru dan gua merasa nyaman dan cocok, mungkin itu pelabuhan terakhir untuk pencarian kerja untuk berlayar lagi ke pulau yang baru :) Semoga saja Allah tetap denger apa yang gua mau, gua pengen bisa buktiin bahwa dengan segala keterbatasan, diri ini bisa menjadi pribadi yang berguna minimal buat adik-adik dan ibu tercinta di rumah. Apa belum kepikiran nikah? ko yang dipikiran adik-adik dan ibu doang? Jawaban ini bisa jadi panjang banget. Mungkin suatu saat gua akan tulis khusus kenapa sampe saat ini belum juga untuk melakukan sunnah rosul itu.

Kenapa gua pengen pindah kerja, alesannya pasti sama dengan kebanyakan orang yang pada pindah kerja. Cari gaji yang lebih gede, bukan berarti gua ga bersyukur dengan rejeki yang ada. Tapi beban keuangan yang harus ditanggung saat ini sudah cukup ngos-ngosan. Empat orang adik dan seorang ibu di rumah ternyata membutuhkan keuangan yang cukup besar. Terlebih beberapa bulan terakhir ini. Adik paling kecil mau naik kelas ke kelas 4, di atasnya dia lulus SMP dan mau masuk SMA, jelas ini pun butuh uang yang ngga sedikit. Di atasnya dia naik kelas
ke kelas 3 SMA, diatasnya dia udah lulus SMA dan berencana ingin ambil jalur AKABRI. Untuk adik yang akan ke AKABRI ini, kabar terakhir setelah melalui proses interview tatap muka dan interview tertulis, namanya tidak lagi terdaftar di papan pengumuman yang berarti adik gua
ini gagal. Tapi setelah di tanya, dia bertekad untuk melanjutkan dan mencoba lagi tahun depan. Semoga saja niatnya ini tetap bulat dan tidak jadi berubah di tengah jalan nanti. Cukup sedih memang mendengar kisah adik yang satu ini. Bolak-balik ke Cijantung saja sampe pinjem-pinjem ke temennya. Saking udah ga ada uang untuk bolak balik lagi ke Cijantung. Belum lagi ngurus ini, itu dan perintil-perintil yang harus di urus dari mulai rt, rw, desa, kecamatan, polsek, polres.
Semoga saja tetep istiqomah dengan niat itu bang (Adik satu ini namanya Bambang).

Ada lagi cerita yang cukup membuat hati ini jadi miris sendiri. Beberapa minggu lalu gua coba beliin tas untuk adik gua yang SMP kelas 3 SMP dan kelas 2 SMA. Sedangkan adik yang kecil katanya udah punya tas hadiah dari undian Cuci Cetak Foto. Kalo adik yang paling gede dia
udah punya tas bagus dari taun-taun sebelumnya. Ternyata setelah gua pulang ke rumah, minta di tunjukin mana tas hadiah itu, ternyata tasnya robek kena paku yang akhirnya tuh tas ga bisa dipake. Akhirnya untuk tetep bawa tas, dia dipinjemin dari temennya Bambang sebuah tas.
Malu hati ini dengernya saat adik kecil bercerita tentang tasnya. Ingin banget rasanya beliin tas lagi. Tapi ternyata uang udah abis blas. Ga ada sama sekali. Malah untuk hidup sampe akhir bulan aja udah hampir ngos-ngosan dan belum jelas cukup atau ngganya. Akhirnya janji sama diri sendiri aja, begitu gajian ada. Gua akan langsung beliin adik gua tas, bila perlu gua ajak adik kecil ini ikut nyari tas, biar dia milih sendiri mana yang dia suka. Yang bikin miris sebenernya karna semua adik-adik yang lain udah pada punya tas. Sedangkan si kecil ini dikirain punya juga ternyata kondisi tasnya memprihatinkan.

Cerita keseharian seperti ini membuat gua jadi merasa bersalah sama diri sendiri, mungkin andaikan penghasilan yang ada saat ini jauh lebih baik, cerita tentang tas itu mungkin ga pernah ada. Cerita tentang kemauan sendiri, ada banyak hal yang pengen banget gua beli yang sebetulnya itu hal yang sangat wajar dan lumrah untuk dibeli karena emang gua sendiri membutuhkan itu. Di antara yang gua pengen beli sampe sekarang tapi belum kesampean, TV Tuner untuk laptop gua. Harganya sih 300 ribuan. Tapi setiap niat mau beli, selalu inget sama
yang dirumah, mana yang lebih perlu yah, kalo beli ini tar yang dirumah ada kebutuhan dadakan yang harus keluar uang segera. Peralatan lain yang pengen gua beli, WLAN Card, harganya pun sebetulnya ga mahal-mahal banget sekitar 300 ribuan juga. Tapi selalu terbentur dengan pikiran-pikiran itu, mana yang lebih perlu. Yang akhirnya sampe detik ini, barang-barang yang gua pengenin belum ada satupun yang kebeli. Hmm, entah kapan akan dibelinya. Tapi suatu saat dan mungkin dalam waktu dekat, kalau memang sudah yakin harus dibeli, pasti kebeli. Pengen juga beli kasur angin yang kaya temen kantor punya, harganya juga ga terlalu mahal, kalo ga salah 150 ribuan. Udah 3 hari ini tiap kali bangun tidur semua badan kesakitan. Ga jelas apa
penyebabnya, padahal badan ngga lagi sakit. Makanya kepikiran pengen beli kasur angin. Sempet terlintas dalam hati "bahar, lu tuh ya adik lu sendiri di rumah kasurnya udah tipis minta ampun, lu ga pernah beliin, lah sekarang lu pake acara pengen beli kasur angin segala di kosan, yang jelas-jelas cuma dipake untuk lu sendiri". Hmm, emang iya sih, adik gua yang kelas 3 SMA ini kasurnya udah memprihatinkan, ditambah sering kebocoran kalo lagi ujan, yang ada tuh kasur makin tipis aja. Insya Allah bang, kalo rejeki nya udah ada, tar beli yang empuk sekalian, Amiin.

Niat gua sih di taun 2007 ini, gua udah harus pindah kantor dari kantor sekarang. Semoga aja Allah membimbing gua ke arah ini. Toh niat gua bukan karena sakit hati dengan kantor yang ada sekarang, tapi memang gua pengen mencari income yang lebih baik dari sekarang. Dan ini pun untuk kebaikan semua keluarga gua juga. Ibu, terima kasih yang setiap hari tanpa putus selalu mendoakan, semoga Allah selalu membimbing ibu untuk selalu tetap di jalan-Nya. Amiin

Friday, January 26, 2007

Niat Baik Tidak Selalu Mendapat Respon Yang Baik

Hari Kamis kemarin, lagi pengen nyari ketenangan, browsing dan
masuklah ke situs cybermq, ga sengaja nemuin banner cukup besar yang
nunjukin keterangan dari Aa Gym secara blak-blakan dengan Poligaminya.
Iseng-iseng cobain di klik, ya udah langsung aja dengerin. Sebelum
dengerin buka software Sound Forge, mau direkam siapa tau bisa jadi
manfaat buat temen-temen lain di kantor atau di kosan atau siapapun
yang merasa bahwa langkah yang diambil seorang Aa Gym ini jauh dan
melenceng dari apa yang sering kita dengar dari dakwah-dakwahnya.

Ternyata seorang Aa Gym sudah mempersiapkan langkah untuk berpoligami
ini selama lima tahun, dan beliau pun menyadari sepenuhnya bahwa
langkah yang diambil ini akan berdampak besar bagi istrinya,
anak-anaknya, pesantrennya, santri-santrinya. Tetapi Aa sangat yakin
dan percaya bahwa apa yang Aa lakukan bukanlah suatu kejahatan, dan
apa yang Aa lakukan sepenuhnya mengikuti aturan Allah, karena tidak
ada satu pun hukum Allah yang salah, tidak mungkin Allah menjerumuskan
manusia, karena Allah lah yang paling tau tentang Manusia.

Aa Gym pun ternyata tau betul betapa hati seorang Teh Ninih dan
anak-anaknya sakit luar biasa begitu keputusan ini diambil. Tetapi Aa
selalu merujuk ke Al-Qur'an tidak mungkin ada hukum Allah yang salah.

Kenapa harus teh Rini (Alfarini)? Aa berpendapat dia hanyalah bagian
dari satu proses dalam keputusan yang Aa ambil. Aa lebih mendasarkan
kepada hasil dari sholat Istikhoroh yang dijalaninya selama satu
tahun. Kalau memang ini baik, mudahkan, kalau memang tidak baik,
jangan pernah terjadi. Sampai akhirnya keluarlah keputusan Aa untuk
berpoligami. (Sebetulnya kalau saja Aa Gym ini tidak mengumumkan ke
khalayak ramai, saya yakin pemberitaan media massa tidak akan seheboh
dan sedahsyat yang kita lihat. Tetapi Aa Gym ingin menyampaikan ke
publik bahwa kata Poligami sering mendapat tudingan yang miring). Ada
banyak keanehan memang, disaat perzinahan, maksiat makin merajalela,
masyarakat justru seperti mentolerir kejadian ini. Tetapi begitu kata
Poligami terdengar, serta merta orang langsung menghujat, menganggap
miring dan sebagainya. Inilah yang ingin Aa coba luruskan.

Setelah Aa memberikan keterangan, Teh Ninih pun ikut memberikan
penjelasan, betul memang pertama kali tau Aa Gym berpoligami,
hancurlah dunia rasanya. Tetapi Teh Ninih sangat yakin dan percaya,
justru inilah saatnya Manajemen Qolbu yang sesunguhnya di uji.
Bagaimana untuk belajar tidak dengki, cemburu. Semuanya teh Ninih
kembalikan ke Allah. Pasti ada hikmah di balik semua ini.

(Ternyata, setelah keterangan teh ninih ini, ada sesi tanya jawab juga
dari para sahabat yang ikut menyimak dialog ini. Sungguh di luar
dugaan saya, ternyata mereka tetap mesra dan justru terlihat semakin
mesra. Bagi orang biasa, mungkin ini berat dijalani, tetapi bagi
pasangan ini, walaupun berat awalnya, tetapi bisa berjalan dengan
baik. Jujur, saat mendengarkan keterangan Aa, sempat berkaca-kaca mata
ini. Aa Gym begitu sayang dan cinta terhadap teh Ninih, sayang dan
cinta terhadap anak-anaknya. Aa berusaha meluruskan niat para jamaah
yang datang, jangan datang ke DT hanya karena Abdullah Gymnastiar,
tetapi harus karena Allah dan karena mencari ilmu. Inilah saatnya DT
diuji dengan nama Aa Gym setelah berpoligami. Jelas akan ada penurunan
jumlah jamaah, jelas akan ada penurunan transaksi jual beli. Tetapi
kalau Allah menghendaki, semuanya pasti akan kembali seperti semula
atau justru lebih baik dari sebelumnya, Wallohualam.)

Setelah forum tanya jawab, akhirnya terdengarlah suara teh Rini
(Alfarini), teh Rini menjawab dengan sangat bijak, bahwa apa yang
terjadi merupakan ketentuan Allah. Teh Rini pun meminta maaf yang
sebesar-besarnya dengan yang telah terjadi.

Semoga Aa Gym selalu di berikan kekuatan, kesabaran, ketabahan dalam
menjalani babak baru kehidupan ini. Seperti yang Aa bilang, Aa pemula
untuk hal ini, dan belum ada gurunya. Inilah kesempatan Aa membuktikan
ke publik bahwa dengan berpoligami Aa bisa tambah mengenal Allah,
lebih banyak ilmu, dan lebih bisa mempersembahkan yang terbaik di
dunia dan di akhirat, seperti yang Aa sering utarakan saat Aa dakwah.

Thursday, January 11, 2007

Sakitku Dosaku ......

Bismillahirrohmaanirrohiim

Thursday, January 11 2007, 4. 18 PM

Ternyata sakit tuh emang ga enak yah. Semoga saja sakit ini sedikit banyak menggugurkan dosa-dosa yang sudah saya perbuat. Berawal dari begadang dua malem bantuin betulin notebook temen kosan yang kena virus lokal dan pengen notebooknya aga sedikit dibuat ngebut :), akhirnya tidurnya jadi ga bener, eh badannya juga jadi ga bener. Adit, Badrus, gimana notebooknya, lebih mendingankah? :) Malem kedua sebetulnya udah jatahnya tidur, tapi berhubung om badrus sepertinya butuh pertolongan :) akhirnya saya tawarin diri untuk bawa notebooknya ke kamar saya. Entah kenapa, saya ga tau ini sifat jelek atau bukan, saat ada orang lain meminta bantuan sebisa mungkin saya akan bantuin padahal jelas-jelas saya butuh istirahat, butuh tidur dan yang pasti butuh peuyeum (naha jadi kadie-dieu nulis teh).

Ngeliat tingkah polahnya tuh virus, jelas banget masih variannya RontokBro. Registry di disabled, Task Manager di disabled, Explorer diganti dengan file buatan Rontokbro. Hasilnya cukup efektif, komputer jadi lambreta luar biasa. Bermodal registrar lite, HijackThis, dan
TaskManager17, akhirnya virus ini berhasil di jinakkan :). Tapi saking kurang percayanya, akhirnya cobain aja install norman antivirus yang memang specialist untuk ngebasmi virus-virus lokal punya. Lagi proses install, ga taunya butuh serial key, mana di notebook serial key nya juga ga ada. Liatin jam udah jam 11-an. Akhirnya dengan penuh pertimbangan, beraniin telp adek Yudha. Yudha ini adek di kantor yang cukup manja, iya kan dek? kebetulan adek ini pernah beli norman yang single user. Jadi telpon buat nyebutin serial keynya. Kasian, pas ngangkat telp, kedengeran banget tuh suara baru bangun tidur (yang benernya sih dibangunin tidur), mana baru pulang jalan-jalan dari Bali lagi :) Udah dapet serial key norman nya, lanjut install, cek virus, hasilnya 0, ga ada virus diitemuin. Cukup ampuh memang repair registry
yang ada di situs norman, tinggal right click install deh. Ga tau kenapa, saat lagi troubleshooting notebooknya Badrus ini, ko tiba-tiba aja kita langsung jadi curhat hal-hal yang berbau mistis, serem sih kedengerannya tapi ya itulah topik yang diangkat menjelang subuh tiba. Singkat cerita akhirnya dapet petunjuk dari badrus untuk ikhtiar lanjutin pengobatan Umi tercinta yang sampai hari ini masih terkena stroke, walaupun kondisi sekarang sudah jauh lebih baik dari enam taun lalu. "Semoga Allah tetap melindungi dan menjaga Umi, dan secepatnya Allah mengangkat stroke yang Umi derita. Insya Allah, semasih bahar hidup, bahar tetap dan akan terus berjuang untuk ngobatin Umi, Insya Allah".

Ga kerasa obrolan dengan badrus sudah hampir menjelang subuh, badrus kembali ke kamar, begitupun saya. Walaupun sebentar, saya berusaha untuk bisa tidur tapi sebelumnya nunggu Subuh tiba dulu. Selesai subuh, tidur dan terbangun jam 6.45. Cukup spektakuler memang,
sepanjang di kosan, baru kali ini bangun jam segitu. Modal bersihin muka, sikat gigi, basuh badan pake air anget dari termos yang ada di dapur (maaf kalo yang mau pada buat kopi jadi keabisan :) ) akhirnya berangkat ke kantor, Alhamdulillah selama dikantor ga kerasa ngantuk,
mungkin karena udah biasa jadi manusia malem kali, ada memang abis jam 4 lewat, mulai kerasa hawa ngantuk tapi akhirnya ilang begitu ngobrol dengan orang-orang Departemen Underwriting. Begitu jam 5 teng, langsung pulang. Mau langsung tidur sayang, mending nunggu maghrib dan isya dulu baru tidur sepuasnya sampe subuh. Sambil nunggu maghrib, coba-cobain Deep Freeze versi 5 yang bikin notebook di kosan cukup jengkel. Entah kenapa file sumber Deep Freeze setelah di install, tiba-tiba ilang. Coba uninstall pake versi 6 ga mau, karena versi 6 nya masih standard, jadi kepaksa deh besok pagi-pagi sebelum ke kantor harus ke Multiplus Ahmad Dahlan dulu untuk copy in Deep Freeze versi 5 nya. Setelah dibuat penasaran sama Deep Freeze, setel lagu Anggun dari album The Best of .... dan Mike Idol "Semua Untuk Cinta" sama albumnya ade "A Miracle". Pengen aja de ngasih nama albumnya ini :)

Waktu isya tiba, selesai sholat, berdoa dan langsung tidur. Bangun tidur, ko badan kayanya ga enak. Panas, aga pilek, badan pada ngilu-ngilu gitu. Dicuekin aja tuh rasa sakit, tetep ke kantor seperti biasa. Pas malem, mulai kerasa kalo ternyata badan ini sakit cukup parah, bolak-balik kamar mandi karena buang-buang air, badan menggigil panas, perut kembung, pake acara muntah segala karena ga kuat nahan mual. Semaleman itu akhirnya ga bisa tidur. Sementara waktu udah nunjukin jam 2 pagi. Pas pagi, ternyata salah satu ade ngomelin sambil ngasih saran ga usah masuk kantor, akhirnya pake perjanjian kalo sampe siang ternyata makin parah, cuti 1/2 hari sambil berobat ke dokter.

Alhamdulillah, selama dikantor ga terlalu kerasa sakitnya sambil nelpon temen yang dokter dan ngasih saran minum Pocari Sweat, temen di kantor Om Ben, dia ngasih Norit, dan temen yang lain nyuruh beli Vitamin C. Semua saran dijalanin dan hasilnya memang OK ternyata. Semua sakit sedikit demi sedikit hilang, ya mualnya, ya sakit kepalanya, ya perut kembungnya. Ditambah pas pulang kantor sampe kosan, di urut pula sama Defry temen kosan, lengkaplah sudah ilangnya rasa sakit ini.

Semoga semua teman yang udah ngebantu selalu diberikan kebaikan sama Allah dan diberikan balasan yang jauh lebih besar dari bantuan yang udah coba ditawarkan (kampring pisan yah).
Ga kerasa waktu udah nunjukin jam 5.21 PM. Time to go home, take a rest just to make my body back to normal.

Brs

Saturday, January 6, 2007

Ade-Adeku

Kostan, 2:05 pagi

Saat coretan ini dibuat, badan lagi panas, ga tau kenapa dari jam 10 tiba-tiba aja badan ga enak setelah pulang ngantor (eh kuli deng). Di coba paksain tidur, tapi jam 1 kebangun. Nyoba tidur lagi ga bisa, ya udah sekalian aja nulis-nulis ga puguh dan ga jelas ini J sambil dengerin lagu Anggun – Mimpi dari album Best of Anggun. Waktu kuliah di Bandung dulu, saya punya beberapa ade yang sampe sekarang tetap dan akan selalu jadi ade. Ada Uwie, Icha, Nita, Uyunk, Priti, Shadut, Egy, Rio, dan masih banyak lagi (kalo ada yang belom kesebut, jangan marah J )

Uwie, itu nama panggilannya, lahir tanggal 22 Desember 1982. Orangnya berjilbab, rame dan cukup periang (ga boleh disanjung2 terus yah de). Ga ada sebab yang jelas kenapa jadi deket sama ade yang satu ini. Tapi kalo ga salah waktu itu lagi musim mabim, ada kegiatan semua mahasiswa baru harus punya kaka angkat dan jumlahnya harus 10 orang (kalo ga salah juga). Dari situlah saya mulai kenal pribadi ade-ade yang lain.

Ade ini sekarang kerja di Telkom – Japati, Bandung. Gaya lah bagiannya mah, Sekretaris. Di pikir sepintas siga teu nyambung dengan background kuliah. Sekarang ini ade satu ini lagi ngelanjutin di Unpad. Kebetulan ade ini bertemen deket dengan ade icha, nita, uyunk, priti. Tapi setelah pada kerja, sekarang pada nyebar. Ade satu ini yang cukup keliatan bakat usaha dan wiraswasta nya (udah pernah jualan apa aja de? J ). Kalo diterusin dan cukup ada modal, bagus loh de buat kehidupan setelah nikah. O ya, kalo ga salah sih pacar dan sekaligus calonnya itu Mr. Codet (Agung). Hmm, Agung ini emang orang yang paling gres dan cukup sangar dengan tampang muka yang memang bercodet (sanes kitu gung ? ). Ade ini udah tunangan bulan Agustus 2006 dengan Mr. Codet. Jadi inget waktu pertama kali jadian (udah ah ga usah diceritain disini, tar orangnya malah malu lagi). Semoga aja apa-apa yang dicitain dan direncanain berjalan sesuai yang ade harapin yah.

Ade yang lain icha, orangnya cukup kritis walaupun moody-an. Sekarang kerja di Jakarta (Dirjen Pajak) megang maintenance database (bener kan de? ). Sama aja dengan uwie, sambil kerja sambil lanjutin kuliah. Cuma icha lanjutin nya di Jakarta. Gimana kuliahnya de? Pasti ancur yah, dan ga pernah kebayang ko beda pisan sama di bandung dulu. Yah sesekali atuh de ngerasain kuliah di kota yang cukup keras J. Ade ini kebetulan bulan lahirnya sama, Agustus. Cuma bedanya ade ini lahir di ujung bulang, 29. Ga kerasa yah de, Agustus 2007 nanti ade udah 26 taun. Kapan nikah atuh de? Ade ini lagi punya kapusing yang cukup serius. Ga tau juga nih kalo sekarang udah ga pusing. Tapi da kayanya masih sih J. Mun ceuk orang sunda mah de, ulah ulin seuneu…… tapi aa yakin ko de, ade pasti bisa, ayo semangat ……..

Uyunk, ini ade cukup centil dari ade2 yang lain. Tapi dibalik rada centilnya, baik ko. Kalo inget nama aslinya Yun Yun, ga pernah nyangka kalo namanya nama orang sunda J. Ade ini ga taunya kos ga jauh dari tempat kos saya. Kebetulan de yang punya kosan nya juga sama. Puasa menjelang lebaran kemaren, saya sempat dateng ke kosan ade ini pagi-pagi banget sekalian nganterin salah satu pembantu kosan untuk persiapan pulang kampung ke Jawa, karena check point semua pembantu kosan ngumpulnya di kosan ade ini. Ade sendiri mungkin malah ga tau kali kalo kosan ade ini di jadiin basecamp buat para pembantu kos untuk mudik lebaran kemaren. Tapi saat di datengin pagi-pagi, ga taunya ade ini masih tiduuuur. Dah di ketok-ketok sama pembantu ade, tetep aja ga bangun. Btw, masih sama kaka kan kosnya de?.

Nita, budak cianjur nan lugu. Dulu mah tempat kosnya di simpang tiga ciwaruga, sekarang kos dimana yah? Lahir tanggal 2 Januari sama dengan ade Priti Cuma beda taun. Yang satu taun 81, satunya taun 83. Jadi inget, waktu kuliah dulu ngeluh mulu karena materi kuliah cukup ‘hararese’ dan rada pesimis bisa atau ngga. Tapi sekarang ade liat kan, bisa juga tuh keluar dari kampus ter ….... segala-gala (kejam, sadis, tega, rame). Maaf ya de kalo ga sempet ngucapin ulang taun, bukan apa-apa, semua database ade-ade tuh ada di cd, tapi ternyata oh ternyata tuh cd banyak goresannya, dan hasilnya lupa deh sama semua ulang taun ade-ade semua. Tapi untung ada ade uwie sang penyelemat, he he he. Ga pa pa kan de ngucapinnya lewat blog “Selamat menikmati sisa umur yang ada, semoga semua nya bisa menjadi lebih baik buat ade, keluarga, segalanya yang ade cita-citain”.

Untuk ade yang lain yang belum kesebut, Insya Allah lain waktu di sambung lagi. Badan makin ga enak rasanya. Ga kerasa waktu udah nunjukin jam 2.55 pagi.

Thursday, January 4, 2007

RS ?


Bismillaahirrohmaanirrohiim


Sebagian temen dan beberapa orang bertanya-tanya apa sih arti kata RS? Kadang saya spontan menjawab “RahaSia”. Ada banyak kejadian yang ga ngenakin memang kalo punya nama disingkat-singkat. Pernah waktu masuk SMP di kampung tercinta, petugas pendaftaran ‘keukeuh’ minta saya menuliskan nama lengkap. Tetep aja saya cuma nulisan “Bahar. RS”. Ya karena memang nama itulah yang tertera di akta lahir. Setelah saya tunjukin akte lahir, barulah petugas pendaftaran nerima penjelasan “silahkan kalau bapa mau ngerubah nama saya sih, berdasarkan akte lahir yang saya punya, memang nama saya di akte begitu adanya”.

Waktu masuk SMA lebih ga ngenakin, petugas pendaftarannya lebih garang dan lebih ngotot daripada waktu masuk SMP. Kalo ga salah sih waktu itu tumpukan berkas saya dipisahin karena saya nulis nama lengkap dengan singkatan. Seperti kejadian waktu SMP, dengan sedikit agak ngotot, akhirnya mereka mau terima juga penjelasan saya. Kejadian berikutnya, terkadang nama saya suka di tuliskan “Bahar Rs, Bahar. Rs, Bahar. R.S., Bahar. RS”. Kadang kalo udah cape jelasin, masa bodo lah mereka mau nulisin kaya gimana.

Tetapi penyingkatan nama saya akhirnya luluh juga saat saya buat Passport untuk keberangkatan ke India, setelah isi semua formulir pembuatan passport jadilah nama yang tertera “Bahar Risan”. Ya, karena memang itulah kepanjangan dari RS, yaitu nama orangtua laki-laki saya, Risan. Tidak hanya saya yang punya nama dengan RS, adik-adik dan kakak pun ada embel-embel RS di belakang namanya. Kakak, punya nama Bayu Azi RS, adik-adik punya nama Rita Nurbebah RS, Bambang Suprayogi RS, Umi Kulsum RS, Yayah Andriani RS, Bahrul Maulana RS. Wow, ternyata kalo diitung-itung ternyata saya tujuh bersaudara. Kakak tercinta seorang tentara angkatan darat di kesatuan PSIAD (Psikologi Angkatan Darat). Di antara semua adik dan kakak saya, kakak satu-satunya ini punya tulisan yang paling bagus. Entah darimana dapet ilham punya tulisan bagus, setau saya tulisan adik-adik yang lain termasuk saya punya sebutan ‘cukup ancur’ J. Adik-adik saya yang lain, Rita, sekarang dia sudah menjalani kehidupan rumah tangganya dengan sang suami tercinta dan tinggal di daerah Lippo Cikarang. (“Hmm, maafkan aa ta kalo sampai detik ini ternyata Ita hanya lulus SMA. Karena keterbatasan keuangan, salah satu diantara kita harus mengalah untuk tidak melanjutkan sekolah dulu karena aa melanjutkan kuliah di Bandung. Tapi yang pasti, saat aa setelah kumpulin uang dari hasil kerja dan ada cukup uang yang terkumpul untuk biaya kuliah Ita, aa udah tawarkan untuk melanjutkan kuliah, berhubung Ita menjawab ga apa-apa a, ita ngerasa udah kelamaan vacuum dari dunia sekolah (dua taun), ita ga ngelanjutin kuliah, tinggal di rumah aja bantu ibu sambil kalo memang ada jodoh, ya nikah”)

Saat blog ini dibuat, waktu kosan udah nunjukin jam 6:44. Sambil makan indomie rebus yang dibuatin sama mba parmi, sambil liatin mba suli nyuci semua cucian anak kosan, sambil nge-blog juga. Udah waktunya siap-siap harus kuli demi sesuap nasi. Bermodalkan mobile internet CBN, coretan kedua blog ini kebuat juga. Punya blog udah lama banget tapi ga pernah ada waktu untuk ngisi. Baru sekarang disempet-sempetin buat.

Wednesday, January 3, 2007

Tahun Baru......................

Bismillahirrohmaanirrohiim....

Taun baru kali ini penuh dengan kesederhanaan, merenung di kosan, ga pulang ke rumah cikarang, hmmm. Tapi gpp yang penting taun baru kali ini semoga ada banyak hikmah dan cita-cita yang bisa terlaksana.

Taun ini adalah taun dimana saya harus mengejar impian, mimpi dan cita-cita. Oya, taun ini juga saya punya seorang ade yang kalau di flash back ke belakang, ada banyak 'cerita seru' dibalik kisah ini. Hampir tidak ada satu orang pun yang percaya kalau saya punya seorang ade, ada yang bilang "elo tuh ya....", "siapa lagi yang mau lo jadiin korban har?", "yang mana sih har", "ade? hari gini lu bilang ade?", dan masih banyak sentilan-sentilan ringan sampe sentilan yang cukup serius.
Sampe-sampe mas nya si ade nih ga percaya kalo hubungan ini bener-bener sebatas ade. Semua omelan, sindirian, cacian, saya terima. Tapi yang pasti saya hanya bisa jelasin "dia bener-bener ade, ga lebih ga kurang". Walaupun ada banyak kecurigaan dari banyak orang termasuk mas nya ade, karena memang saya sempet 'tertarik' :), perjalanan ini mungkin akan terus berlanjut tanpa ada embel-embel apapun di balik itu. Saya hanya bisa berjanji untuk mas nya ade, Insya Allah saya tidak akan merubah niat yang sudah saya tetapkan, mohon doanya juga yah mas. Uwie, Uyunk, Icha, Nita, Shadut, Rio, dan yang lain yang ga kesebut disini adalah sebagian nama yang sampai hari ini selalu ada di dalam hati (doakan ya biar tetep istiqomah, dan tetap keep in touch sampe detik ini). Mengenai cerita ade ini, Insya Allah di lain waktu saya akan buat topik terpisah dari cerita taun baru ini.

Ketika detik-detik menjelang taun baru tiba, saya, pembantu dan teman-teman di kos naik ke lantai 2,5 (emang bukan di lantai 3, dan bukan juga di lantai 2), karena kebetulan di lantai ini juga lah saya kos. Kamarnya terpisah dari kamar-kamar kos yang lain, saya cukup ngerti kenapa sebagian orang ga mau milih kamar tempat saya kos. Kalo pagi, panasnya luar biasa, karena begitu pintu di buka yang ada adalah tempat jemuran :) . Tapi mungkin untungnya kalo malem cukup sejuk karena tidak ada penghalang apapun dan langsung menghadap teras jemuran, jadi saya bisa liat-liat pemandangan sekitar kos dari mulai tetangga sebelah, rumah sebelah dan gedung-gedung tinggi yang terlihat sejauh mata memandang.

Sebagai pemanasan menjelang jam 12 teng, beberapa kembang api sudah mulai terlihat di beberapa sudut gedung, Ambassador, Lippo Bank, BNI 46 dan gedung-gedung lain. Sementara jam 12 teng tinggal beberapa hitungan lagi, tiba-tiba di teras berdatangan temen-temen kos yang lain anjas, putra, samsul, alvin, termasuk mba suli, mba parmi, ndo. Tibalah waktunya jam 12 teng waktu karet setiabudhi dan sekitarnya. Kilauan, nyala dan pijaran kembang api terlihat dimana-mana. Yang paling atraktif untuk diliat yaitu di arah senayan, ambassador dan BNI 46. Bentukan dan pola kembang apinya cukup beragam, warna warni nya indah dipandang. Walaupun jika dibandingkan dengan di ancol, taman mini belum ada apa-apanya, setidaknya saya dan teman-teman di kosan sudah bisa menyaksikan pemandangan bertabur kembang api dari lantai 2,5 tanpa harus mengeluarkan tenaga dan ongkos (emang weh teu baroga duit, maklum da budak kos).

Saat saya dan temen-temen kos asik liatin kembang api, tiba-tiba dari tengah-tengah gang ada seseorang yang menjerit histeris aaauuu, aaaauuuu, auuuuuu, sesaat kita kaget dan sempet panik, ada apa gerangan. Ga taunya itu suara bu hamzah sang penjual nasi deket kos yang terkenal dengan masakan bu pedes, karena hampir semua makanan, sayuran yang ada di warung bu hamzah ini puuueedes luar biasa. Saksi bisu yang udah bicara Rian dan Danu (temen sekantor). Bedanya kalo Rian jadi kepincut sama anaknya Bu Hamzah, kalo Danu karena di depan kos saya ada 'Pemandangan' yang cukup enak untuk diliat :).

Ga kerasa ternyata udah hampir jam 1, saya sujud syukur karena masih diberi hidup dan kehidupan sama Allah. Sambil nunggu ngantuk beneran, saya coba dengerin Andaikan Kau Tak Datang Kembali :), I'll Always Love You sambil baca buka Menyelam ke Samudera Jiwa dan Ruh karya Agus Mustofa. Sampe halaman 196 akhirnya saya tertidur.


Bahar. RS


_____________________________________
semua cerita di atas benar adanya
jika ada kesamaan, itu karena memang ga dibuat beda
kalaupun tidak sama, ya anggap aja beda cerita
dan kalo emang basi, anda boleh ngapain aja dg blog ini.

About Me

Satu di antara makhluk-Nya yang ingin menjalani hidup dengan "kemandirian"