Thursday, April 24, 2014

12 Tahun Bekerja dan Ditinggalkan Teman Terbaik

Subhanalloh,

Tidak terasa, saya sudah mengabdikan diri untuk kantor 12 tahun. Sepanjang 12 tahun ini saya mulai dengan posisi Junior Officer dan Grade J. Level yang benar-benar pemula dan paling rendah untuk orang yang baru mulai bekarja di TMI. Saya memang bukan orang yang menggebu-gebu mengejar karir. Saya hanya berkeyakinan, sepanjang kita bisa bekerja dengan totalitas dan loyalitas, bukan manusia sekitar yang menilai, tapi Alloh SWT. Karena yang saya terapkan adalah, bekerja pun bagian dari Ibadah, 
Minggu ini, saya akan di tinggal tiga orang teman terbaik. Dua orang di antaranya adalah generasi yang satu angkatan dengan saya saat bergabung dengan TMI. Dia adalah Febriyana Arum Winata. Sosok perempuan di bagian HRD yang sangat piawai dalam bergaul, mudah diterima oleh semua kalangan, ibu-ibu, anak baru, yang senior, yang junior, termasuk jajaran management pun mengakui keberadaannya. Kehadiran seorang Arum di TMI sudah memberikan warna dalam banyak hal. Ada yang mengenal nya dengan perantaraan masuk rumah sakit :) karena PIC yang berhubungan dengan pihak rumah sakit disaat ada orang kantor sakit, dia lah yang mengurus administrasi secara langsung. Nama nya sudah cukup tenar di kalangan rumah sakit di Jabodetabek ini. Nama nya sudah cukup tenar di kalangan rumah sakit di Jabodetabek :). Beberapa orang yang lain mungkin akan mengenalnya di saat ada perkenalan dengan karyawan baru di TMI karena dia lah yang memperkenalkan orang baru dari meja ke meja di dua lantai kantor TMI inil. Beberapa orang yang lain mungkin ada yang mengenalnya lebih dekat pada saat meminta bantuan pembuatan passport. Dia juga lah yang dikenal namanya di kalangan orang Imigrasi. Ada juga yang mengenalnya di saat Medical Check-up, lagi lagi karena Arum lah yang membuat jadwal sekaligus administrasinya si A si B mendapatkan giliran jadwal Medical Check Up. Atau di kesempatan lain, ada juga yang mengenalnya saat harus berurusan dengan Depnaker karena semua expat yang bekerja di TMI hampir 100% diurus perijinanan dan administrasi nya oleh dia. Dan tidak jarang juga seorang Arum bolak-balik ke Kedutaan untuk mengurus visa untuk karyawan di TMI. 
Bulan ini, seorang Arum sudah mengambil keputusan besar dalam hidup, resign dari kantor setelah 12 tahun bekerja. Rutinitas berangkat bekerja dari minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun, semakin membuatnya harus berangkat lebih pagi. Tahun ini, mungkin puncaknya untuk seorang Arum yang dia harus bangun pagi tidak kalah dari orang muslim yang harus menunaikan sholat subuh. Malah, Arum sudah terbangun lebih awal dibandingkan suara Adzan di masjid. Rutinitas ini semakin lama semakin membuatnya bertanya-tanya "sampai kapan harus menjalani rutinitas seperti ini".
Dengan berfikir matang dan didukung oleh suami, sampai lah waktunya keputusan besar itu. Ya, hari ini, Kamis 24 April 2014 adalah hari terakhir Arum bekerja di TMI. Saya pribadi, tidak ingin mengucapkan salam perpisahan, karena memang secara pertemanan tidak ada perpisahan. Mulai hari ini, tidak ada lagi yang bisa diminta tolong untuk kerokan kalau saya lagi masuk angin. Bermodalkan balsem kadang minyak angin, seringkali saya meminta bantuan Arum untuk "dikerokin" di gudang file TMI atau di ruang dokter. Hmmm, memori ini tidak akan ada lagi sepertinya. Sukses buat seorang Arum. Tidak ada keputusan yang salah dalam hidup sepanjang kita bisa menyikapinya dengan benar, tidak akan pernah ada penyeselan atau keragu-raguan. 

Teman selanjutnya adalah Agus Rochim, teman satu angkatan, dia di bagian Claim dan posisi pertama nya adalah Surveyor. Agus memang mencari jenjang karir yang sebenarnya, bukan cuma posisi tapi jobdesc nya tidak mencerminkan posisi sebenarnya. Alasan utamanya Agus resign tidak semata-mata mengejar "angka" yang lebih besar, tapi memang benar-benar ingin challenge yang lebih dari saat ini. Sukses untuk Agus di tempat baru nanti. 

Teman terakhir yang bulan ini resign adalah Yan Mulyana. Walaupun masih relatif baru bergabung dengan TMI (sekitar 2 tahun lebih), Yan sudah memperlihatkan kepiawaiannya dalam bekerja dan bergaul dengan semua kalangan. Penuh wawasan dan punya gaya bicara dan gaya bercanda yang 'unik'. Setelah melihat situasi yang tepat, akhirnya Yan pun mengajukan resign dan akan segera berkantor di Asuransi lain. 

Well, satu persatu teman-teman terbaik mulai meninggalkan TMI. Bisa kah saya menjadi orang selanjutnya seperti mereka? Wallohu Alam. 

Dari depan monitor di atas meja


Bahar. RS

Saya yang tidak akan melihat keseharian Arum di TMI lagi

About Me

Satu di antara makhluk-Nya yang ingin menjalani hidup dengan "kemandirian"