Wednesday, September 10, 2014

Menuju 6 Tahun Pernikahan dan Cita-cita Yang Belum Terlaksana

Sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Tidak terasa, sudah 5 tahun 9 bulan kami sudah menjalani pernikahan. Di usia ini pula kami menikmati apapun yang Alloh skenariokan. Kami terus belajar bersyukur, berbaik sangka dengan Sang Maha Adil. Memang kerikil pernikahan di hampir 6 tahun ini boleh di bilang tidak sedikit. Kami berdua sudah terlalu sering mendengarkan pertanyaan atau pun pernyataan dari teman, tetangga, saudara, orang tua tentang buah hati yang sampai detik ini belum di anugrahkan kepada kami. Kami pun sadar sepenuhnya, berdiam diri dan pasrah bukan juga sikap yang tepat. Ikhtiar ke Dokter SpOG tetap kami lakukan, bahkan sampai tahap Operasi Laparoskopi istri pun dijalani. Tidak lain dan tidak bukan, demi menyempurnakan ikhtiar kami untuk mendapatkan keturunan. Laparoskopi sudah dijalani di akhir tahun 2013 lalu. Sementara waktu, kami memutuskan untuk stop konsultasi ke Dokter SpOG. Bukan apa-apa, lama-kelamaan saya sangat kasihan terhadap istri yang setiap kali konsultasi, kami selalu mendapatkan resep obat yang 'lumayan' secara jumlah atau pun harganya. Biarlah untuk saat ini, saya dan istri stop ke Dokter, dan menjalani hidup seperti biasa. Ada keinginan yang begitu kuat dalam diri ini untuk mengunjungi rumah Alloh di Mekkah sana. Serangkaian ikhtiar dan doa sudah kami jalani selama ini agar kami mendapatkan keturunan. Satu hal yang belum kami coba, berdoa di depan Ka'bah, tempat yang menurut banyak orang Mustajab untuk Doa yang dipanjatkan. Tapi kami masih banyak keterbatasan, masih harus melunasi hutang-hutang ke bank yang kami pakai untuk usaha tahun lalu. Saya pribadi ingin berhaji daripada umroh. Tapi mengingat antrian yang sangat panjang untuk berhaji, niat itu sekarang mengendur dan lebih kuat untuk Umroh terlebih dahulu. Semoga Alloh melancarkan niat kami untuk umroh ke Tanah Suci sesegera mungkin. Terkadang malu dengan rekan-rekan di kantor, mereka sudah berangkat duluan sementara saya masih asyik dengan pekerjaan. Malu juga sama orang tua atau pun mertua yang secara tidak langsung sudah menyentil kami beberapa kali. Dan yang lebih malu dengan diri sendiri tentunya. Beli mobil sanggup, beli rumah sanggup, beli apartemen sanggup, tapi untuk ke Rumah Alloh ada 1001 alasan yang muncul. Belum terpanggil lah, belum cukup uangnya lah, belum bisa nabung lah, masih banyak sangkutan hutang lah, Semoga Alloh mengabulkan dan memudahkan kami untuk tujuan Mulia itu. Amiiin.

No comments:

About Me

Satu di antara makhluk-Nya yang ingin menjalani hidup dengan "kemandirian"